Minggu, 17 April 2011

Implementasi Pembaharuan Pembelajaran di SD dan Hambatan



Implementasi Pembaharuan Pembelajaran di SD dan Hambatan
A.Perubahan Pembelajaran dengan menyusun dan pelaksanaan program berlandaskan Perkembangan Siswa
Ada tiga factor yang domain mempengaruhi proses perkembangan individu,yaitu factor bawaan (heredity) yang bersifat alamiah,factor lingkungan (environment) merupaka kondisi yang memungkinkan berlangsungnya proses perkembangan dan factor waktu yaitu saat-saat tibanya masa peka atau kematangan.
B.Perbaikan Pembelajaran Melalui Penggunaan Pendekatan,Metode dan Teknik Pembelajaran yang lebih Berpihak kepada siswa.
C.Perbaikan Pembelajaran Melalui Penelitian Tindakan Kelas
D.Hambatan Pembaharuan dalam pembelajaran di SD
PEMBAHARUAN PEMBELAJARAN YANG DI SD

A.PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

Pembelajaran konstekstual adalah salah satu strategi pembelajaran yang berhubungan dengan:
1.      Fenomena sosial masyarakat,bahasa dan lingkungan hidup,harapan dan cita yang tumbuh
2.      Fenomena dunia pengalaman dan pengetahuan murid
3.      Kelas sebagai fenomena sosial

Kontekstualitas yang dimaksud diatas merupakan fenomena yang bersifat alamiah,tumbuh dan terus berkembang,serta beragam karena berkaitan dengan fenomena kehidupan sosial masyarakat.
Pembelajaran kontekstual (kontekstual taching and learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengartikan antara materi yang diajarakan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif,yakni:konstruktivisme (contruktivisme),bertanya (questioning),menemukan (inquiry),masyarakat belajar (learning community),pemodelan (modeling) dan penilaian sebenarnya (authentic assesment).

B. PAKEM

Pakem dalam perspektif guru adalah guru aktif memantau kegiatan belajar siswa,memberi umpan balik,mengajukan pertanyaan yang menantang dan mempertanyakan gagasan siswa.kreatif mengembangakan kegiatan yang beragam dan membuat alat bantu belajar secara sederhana,efektif sehingga pembelajaran mencapai tujuan dan menyenangkan sehingga anak tidak takut salah,ditertawakan dan disepelekan.

PEMBAHARUAN DALAM PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

Guru kelas menurut fungsinya saat ini melaksanakan tugas pengajaran dalam semua bidang ilmu dan pengetahuan.faktanya,seorang guru kelas mengajarkan materi matematika hingga muatan lokal. Hal ini bisa dikatakan berat,kerana dasar pendidikan guru kelas belum mampu menguasai keseluruhan mata ajar yang ada secara mendalam. Sebagaian persoalan yang ada dalam suatu proses pembelajaran. Permasalahan ini dihadapi tidak saja di satu satuan pendidikan dasar,namun penulis meyakini banyak terjadi di institusi pendidikan tingkat dasar baik negeri maupun swasta.
Proses pembelajaran di tingkat sekolah dasar juga diberikan kepada guru yang memiliki kompetensi dalam bidang ilmu terkait,seperti halnya di tingkat pendidikan sekolah menengah pertama dan menengah atas. Dan peranan guru kelas,seperti halnya di tingkat lanjutan adalah sebagai penasihat dapat terwujud yang menjadi modal awal bagi sebuah negara agar dapat bersaing dengan negera lain.

PERLUNYA PEMBAHARUAN PENDIDIKAN DI TINGKAT MAKRO DAN MIKRO

PERLUNYA PEMBAHARUAN PENDIDIKAN DI TINGKAT MAKRO DAN MIKRO

Pembaharuan pendidikan di Indonesia sudah berkali-kali,sedikitnya enam sampai tujuh kali pembaharuan. Pembaharuan pendidikan lebih banyak memusatkan perhatian untuk memperbaharui ‘mobil’ (kurikulum,bahan ajar,sistem evaluasi,perbaikan dan pengadaan gedung dan alat). Kemudian melatih ‘pengemudinya (tenaga pendidikan dan staf administrasi). ‘Penumpang’ di dalamnya (murid,orang tua,dan pemakai lulusan).

PEMBAHARUAN PENDIDIKAN TINGKAT MIKRO
a.Prinsip yang menggaris bawahi pembaruan pembelajaran
            Makna pendidikan atau “education”.Asal usul kata “education” adalah “educo” yang mengandung makna “to lead out:to take out with one to on’s provice; to bring monsish and support” Lewis and Short Latin Dictionary.

b.Gambaran sekolah pada masa mendatang
            pemahaman terhadap kedudukan atau tempat kita didunia,pemahaman tentang hakikat masyarakat bagaimana dan lainnya saling terkait dan pemahaman terhadap tanggung jawab diri memahami bahwa setiap anggota masyarakat dunia membawa tanggung jawab dan hak-haknya masing-masing
  1. Pendidikan untuk kelangsungan hidup terdiri atas:
-kemampuan teknologi
-kemampuan komunikasi
-kemampuan dalam menyusun dan mengembangkan rencana
-keterampilan berfikir kritis
-penyesuaian atas adat istiadat


  1. Pemahaman terhadap kedudukan atau tempat kita didunia terdiri atas tukar menukar gagasan
-pengalaman kerja dan sikap wira swasta
-kesadaran dan apresiasi terhadap budaya
-pengembangan sosial ansosial dan fisikal
-kemapuan berkreasi
-berwawasan luas dan berpandangan terbuka
-kesadaran bahwa adalah hak seorang untuk menentukan pilihannya

  1.  Pemahaman tentang hakikat masyarakat terdiri dari:
-kemampuan untuk bekerja sama dalam suatu tim
-bagian kewarganegaraan
-pengabdian masyarakat
-pendidikan masyarakat
-kesadaran global

  1. Pehamaman terhadap tanggung jawab diri terdiri atas:
-pengembangan sistem nilai diri
-kemampuan kepemimpinan
-komitmen terhadap pengembangan masyarakat dan perkembangan global
-komitmen terhadap kesehatan diri dan kesehatan masyarakat.

c. Riset tentang pembelajaran yang efektif
mengidentifikasi empat kategori bisa riset persekolahan:
-yang mengkaji “oktiomos” pendidikan
-yang mengkaji fungsi produksi pendidikan
-yang mengkaji sekolah yang efektif
-yang mengkaji intruksional yang efektif.

d.sekolah yang efektif dan berkembang
konsep dan ciri yang menggarisbawahi perubahan pembelajaran
  1. Kurikulum
  2. Pengambil keputusan
  3. Sumber
  4. Kepemimpinan tingkat drop out rendah
  5. Kepemimpinan
  6. Iklim

e.ciri-ciri pembelajaran yang disamakan
khusus yang terkait dengan pengalaman belajar,sekolah guru serta pihak yang berkepentingan dengan pendidikan dituntut berkerja sama dalam hal:
  1. Menjamin agar semua siswa mengalami dalam pengguanaan  dan pemahaman dan kegiatan lainnya yang terkait.
  2. Menjamin bahwa pembelaran dapat mungkin berlangsung melalui pengalaman langsung
  3. Menyediankan peluang bagi semua murid mengembangkan kemampuan mereka
  4. Memberikan penyaluran bagi murid yang mempunyai hambatan khusus agar mampu mengatasi hambatan yang mereka punya.

Khusus yang terkait dengan manajemen sekolah,kepala sekolah dan guru di sarankan untuk:
  1. Menyediakan berbagai peluang bagi orang tua murid untuk melibatkan mereka dalam kegiatan sekolah
  2. Mengembangkan sistem pengajaran sesuai dengan umur murid sebagai pengakuan atas prestasi yang mereka capai
  3. Mengelola sekolah dengan cara-cara yang merefleksikan keberlangsungan keterlaksanaan hasil belajar
  4. Menciptakan cara belajar pemberian informasi kepada orang tua mengenai hal-hal yang terkait dengan sekolah dan kemajuan murid dapat berlangsung secara teratur.

Salah satu pertanyaan yang timbul adalah dengan proses pembelajaran sebagaimana yang berlangsung dilapangan,mungkinkah dihasilkan manusia Indonesia yang:
  1. Beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  2. Berdisiplin,berkerja keras,tangguh,bertanggung jawab,mandiri,percaya diri,produktif,berorientasi masa depan dan beretos kerja
  3. Cerdas,inovasif,kreatif,dan profesional serta
  4. Memiliki rasa cinta tanah air,semangat kebangsaan,dan keseitakawanan sosial serta menghargai jasa para pahlawan bangsa dan patriotik
  5. Sehat jasmani dan terampil menggunakan panca inderanya

Uraian ringkas mengenai tujuan setiap proyek,baik dari sudut pelaksanaan,hasil,maupun putusan kebijaksanaan dalam rangka penyebaran (dideminasi) hasil proyek adalah sebagai berikut.
  1. Proyek pembinaan pendidikan dasar (P3D)
-menghasilkan buku pegangan guru dan murid (buku teks) untuk setiap mata pelajaran pokok di SD.
-melaksanakan penataran bagi guru SD di seluruh Indonesia.Materi penataran disesuaikan dengan materi,metode,media dan penilaian buku teks yang akan digunakan secara nasional. Pada saat tertentu kepala sekolah,penilik,dan pejabat di atasnya juga mengikuti penataran

  1. Proyek perintis sekolah pembangunan (PPSP)
pelaksanaan tujuan pendidikan PPSP diterapkan tidak hanya mengenai ranah kognitif,tetapi juga psikomotor dan afektif hasil pembelajaran diukur secara cermat,tes hasil belajar,skala sikap dan pedoman observasi untuk keterampilan telah dikembangankan dan ada yang sudah dibakukan

  1. Proyek pemantapan kerja guru (PKG)
Tujuan proyek ini adalah untuk
a.Meningkatkan pengetahuan dan ketarampilan dengan cara
-meningkatkan kemampuan mereka dalam menganalisis konsep terhadap kurikulum 1975
-meningkatkan kemampuan mereka dalam mengalisis konsep dan prinsip
-memperkenalakan kepada mereka bahan pengajaran baru dan kegiatan-kegiatan yang mengembangkan keterampilan yang lebih tinggi
-meningkatkan keterampilan mereka dalam menganalisis butir soal dan mengkualifikasi soal-soal serta
-meningkatkan kemampuan mereka dalam menggunakan tes untuk bermacam-macam tujuan

b.mengubah sikap guru mengenai peranan meraka di kelas dengan  melibatkan siswa dan mengubah pendekatan dari teacher dominated approach ke student  centre approach.

c.meningkatkan  keterampilan guru dalam kelas dengan cara
-mebiasakan mereka dengan bermacam-macam metode mengajar
-meningkatkan keterampilan dalam merencanakan pelajaran
-meningkatkan keterampilan dalam menggunakan alat bantu belajar-mengajar
-meningkatkan keterampilan dalam menggunakan teknik bertanya;serta
-meningkatkan motivasi

d.meningkatkan kemampuan guru IPA dengan cara:
-meningkatkan organisasi laboratorium,fasilitas penyimpanan dan keselamtan
-memikirkan dan merencanakan situasi belajar melalui demonstrasi kelas dan ekperimen-eksperimen serta
-menerapkan prinsip IPA dalam kehidupan sehari


5.proyek bantuan profesional kepada guru SD

Tujuan proyek ini adalah:
a.meningkatkan bantuan dan pelayanan profesional kepada para kepala sekolah dan guru
b.meningkatkan kemampuan dan ketarampilan kepada sekolah sehubungan dengan pemberikan bantuan dan pelayanan profesional kepada guru-guru
c.meningkatkan kemampuan dan keterampilan profesional guru-guru serta
d.meningkatkan mutu proses belajar mengajar sebagai sasaran antara guna pencapaian tujuan yaitu meningkatkan mutu pendidikan.

6.Program pengembangan keterampilan dasar teknik Instruksional (PEKERTI)

Tujuan Pekerti secara khusus antara lain,peserta diharapkan akan
  • Menghasilakan suatun rancangan mengajar jangka pendek untuk satu semester yang disebut GBPP
  • Menghasilkan seperangkat rencana mengajar jangka pendek untuk setiap pertemuan yang disebut satuan acara pengajaran (SAP) serta
  • Memiliki keterampilan mengajar.
 Untuk mencapai tujuan di atas para dosen muda mengikuti pelatihan tatap muka selama 6 hari (48 jam) dan magang pada dosen senior selama satu semester. Materi yang akan diberikan pada pelatihan tatap muka adalah:
  • Prinsip Belajar dan Pembelajaran
  • Rancangan Instruksional
  • Penilaian hasil belajar dan
  • Praktek mengajar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar